CROWN-NEW-527x65 gadingpoker-728x90 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq ebobet ASUSWIN ebototo fafafaqq idolatoto asuspoker pasang iklan

Alat Pemerahan Sapi Menjadi Mala Petaka Untuk Orang Cabul

Alat Pemerahan Sapi Menjadi Mala Petaka Untuk Orang Cabul

Simpatiqq – Di sebuah perusahaan pemerahan sapi, Pardi dan Roni bekerja bersama. Mereka dua orang sahabat yang memang sudah lama kenal dan berteman baik di dalam dunia pekerjaan maupun di luar itu. Mereka berdua mengelola seratus ekor sapi dengan masing-masing menangani 50 ekor.

Alat Pemerahan Sapi Menjadi Mala Petaka Untuk Orang Cabul

Suatu hari, Roni merasa bahwa pekerjaannya mengurus 50 ekor sapi itu terlalu berat. Kemudian sebagai seorang lulusan STM, Dia mengatakan pada bosnya, ” Bos ada alat baru untuk memerah sapi dari jepang yang canggih dan berteknologi tinggi, Bagimana kalau kita membelinya?” Tanggapan bosnya begitu santai, “Oke, kamu saja saya kirim jepang. Beli dan pelajar bagaimana cara menggunakannya.”

Karena perintah bosnya, Roni pun berangkat ke Jepang untuk mendapatkan alat tersebut. Sementara pardi yang memang tidak terlalu pandai, Tetap tinggal di tempat pemerahan sapi melakukan pekerjaanya seperti hari hari sebelumnya. Dia tetap melakukan pekerjaanya seperti saat roni ada di sana tanpa mengeluh sama sekali pada bosnya.

Setelahdua bulan berlalu, Roni kembali dari Jepang dan menunjukkan alat yang di belinya kepad Pardi. Roni juga sekaligus mempraktikkan cara menggunakan alat itu di depan Pardi. Tentu saja dengan canggihnya mampu menarik perhatian Pardi dan kemudian meminta pada Roni untuk meminjamkannya. Pardi sangat terpukau dengan kecanggihan alat tersebut.

Saat Pardi bertanya bagaimana cara menggunakannya, Roni hanya menjawab, “Langsung tancepin aja.” Di bawahlah alat itu ke kamar mandi oleh Pardi, tetapi Roni tidak menyadari hal itu. Roni tetap melanjutkan aktivitasnya dengan santai tanpa peduli apa yang sedang dilakukan oleh Pardi.
Di dalam kamar mandri, Pardi menancapkan alat tersebut ke onderdilnya. Namun setelah tiga kali keluar, dia merasa heran karena alat tersebut tidak bisa berhenti. Dia berteriak, “Ron, gimana matiinya?” Karena Roni tidak mengetahui apa yang terjadi dia menjawab dengan santai, ” Nggak usah khawatir, Alatnya otomatis kok, Kalau udah seliter dia mati sendiri.”

pokerace99
agen poker
daftar poker
poker online indonesia
poker online
IDN poker
judi online
poker online uang asli
pokerdewa
ceme online

daftar poker online