Cerita Lucu Gawat…!!! Burung Ku Diambil Orang Lain

Cerita Lucu Gawat…!!! Burung Ku Diambil Orang Lain

Cerita Lucu Gawat…!!! Burung Ku Diambil Orang Lain. Bejo adalah pria setengah baya yang menjabat sebagai Kepala Desa di desanya. Ia memiliki hobi untuk menyimpan berbagai jenis burung di rumah. Suatu pagi, dia mengamati semua burungnya dan tersesat dengan sangkarnya.

Cerita Lucu Gawat…!!! Burung Ku Diambil Orang Lain. Berpikir bahwa pencuri itu begitu memalukan, dia bermaksud membawa situasi sulit ini dalam peraturan, lalu keesokan harinya dia mengumpulkan 400 warga untuk menyelidiki siapa kepala kantornya. Setelah lama berbicara tentang etika, karakter dan agama, tanya Kepala Sekolah. “Siapa burungnya boleh berdiri?” Semua warga negara berdiri.

Menyadari kesalahannya saat bertanya, refleks Mr. Lurah mengoreksi kata-katanya. “Maksud saya, siapa yang pernah melihat burung silahkan berdiri” Sekarang ganti semua wanita yang sudah menikah berdiri.

“Duh Gawat” pikir Pak Lurah. Sambil menebarkan matanya, dia berkata, “Maksud saya, siapa yang pernah melihat burung yang bukan miliknya silahkan berdiri.” Setengah dari wanita yang sudah menikah berdiri.

Tampaknya Pak Lurah itu linglung, serba salah dan kelakuan semakin aneh, lalu dia berkata lagi. “Maaf, langsung saja, siapa yang pernah melihat burung saya silahkan berdiri” Seketika 25 wanita berdiri malu-malu. Kepala desa berlari pontang-panting melihat ibu Lurah berlari ke arahnya sambil mengomel.Bejo adalah pria setengah baya yang menjabat sebagai Kepala Desa di desanya. Ia memiliki hobi untuk menyimpan berbagai jenis burung di rumah. Suatu pagi, dia mengamati semua burungnya dan tersesat dengan sangkarnya.

Berpikir bahwa pencuri itu begitu memalukan, dia bermaksud membawa situasi sulit ini dalam peraturan, lalu keesokan harinya dia mengumpulkan 400 warga untuk menyelidiki siapa kepala kantornya. Setelah lama berbicara tentang etika, karakter dan agama, tanya Kepala Sekolah. “Siapa burungnya boleh berdiri?” Semua warga negara berdiri.

Menyadari kesalahannya saat bertanya, refleks Mr. Lurah mengoreksi kata-katanya. “Maksud saya, siapa yang pernah melihat burung silahkan berdiri” Sekarang ganti semua wanita yang sudah menikah berdiri.

“Duh Gawat” pikir Pak Lurah. Sambil menebarkan matanya, dia berkata, “Maksud saya, siapa yang pernah melihat burung yang bukan miliknya silahkan berdiri.” Setengah dari wanita yang sudah menikah berdiri.

Tampaknya Pak Lurah itu linglung, serba salah dan kelakuan semakin aneh, lalu dia berkata lagi. “Maaf, langsung saja, siapa yang pernah melihat burung saya silahkan berdiri” Seketika 25 wanita berdiri malu-malu. Kepala desa berlari pontang-panting melihat ibu Lurah berlari ke arahnya sambil mengomel.