CROWN-NEW-527x65 gadingpoker-728x90 kartuking mncqq SARANA-728x90 simpatiqq aseanpoker tebakqq

Cerita Lucu Seorang Anak Kecil Berusia 9 Tahun

Crown303 Cerita panjang lucu ini menceritakan tentang seorang anak kecil berusia 9 tahun yang masih duduk di bangku SD kelas 3. Namanya Asnaif, dia disuruh oleh ibunya untuk membeli sesuatu ke warung. Namun dengan usianya yang masih kecil dan sikapnya yang masih polos dia lupa akan apa yang disuruh oleh ibunya. Hingga pada akhirnya cerita ini menjadi sebuah kisah yang sangat lucu dan humor. Tingkat kelucuan yang didapat dari cerita ini memang kurang memberikan hiburan yang sangat kocak, tetapi didalam isinya kamu bisa mendapatkan dialog yang lumayan menghibur sehingga pembaca seperti terbawa kedalam cerita. Semoga saja kalian semua bisa mengambil pelajaran dan bisa terhibur dengan cerita lucu ini.
Asnaif sedang bermain Agen Bola Tepercaya dengan kawan-kawannya di taman yang dekat dengan tempat tinggalnya. Ibunya memanggil Asnaif yang sedang asyik main bola tersebut “Asnaif, kemarilah sebentar ibu perlu bantuanmu” teriakan ibunya memanggil Asnaif. “Sebentar dulu ah bu lagi nanggung” sahut Asnaif sambil melemparkan bola yang dia genggam (Asnaif sebagai penjaga gawang). Ibunya menjawab “Nanggung nanggung, gigimu tuh yang nanggung. Nanti ibu gak bikinin puding baru tahu rasa kamu”. “Iya iya bu Asnaif bantuin ibu sekarang” sahutnya karena dia sangat menyukai puding buatan ibunya. Asnaif pun berhenti bermain bola dan menghampiri ibunya.
Setelah sampai diteras rumah, “kenapa bu?” tanya Asnaif. “Ibu mau nyuci tapi detergennya habis, tolong belikan rinso ke warung mak Inong. Ini uangnya 10 ribu dan jangan lupa kembaliannya jangan dijajanin lagi kayak kemarin atau ibu gak akan bikinin kamu puding” jelas dari ibunya panjang lebar. Asnaif yang sekarang duduk dibangku sekolah kelas 3 SD tersebut hanya mengangguk sambil cemberut dan berkata “iya bu”. Kemudian pergilah dia untuk melaksanakan perintah dari ibunya tersebut.Main Casino Online Uang Asli
Ditengah perjalanan yang cukup sepi, Asnaif melihat pengendara motor yang melaju dengan cepat. Lalu, “bbrrraaaakkkk” pengendara itu menabrak ibu-ibu yang sedang pulang sehabis belanja di Pasar Sore. Barang belanjaan ibu tersebut berserakan di jalan, namun pengendara motor tersebut kabur tanpa tanggung jawab. Asnaif yang melihatnya menjadi sangat shock karena hanya dia sendiri yang ada ditempat kejadian tersebut. Dengan ragu dan gemetaran, Asnaif memberanikan diri untuk menghampiri ibu tersebut. Asnaif meminta tolong dengan berteriak keras “toloongg, tolong, toolloooonnngg ada kecelakaan”. Datanglah warga menghampirinya. Warga yang menghampirinya bukan membuat segalanya menjadi mudah bagi Asnaif, karena warga malah banyak menanyakan kronologi kejadiannya terhadap Asnaif. Diapun hanya bisa terdiam tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Namun beberapa warga menyadari keadaan Asnaif dan membawa si korban ke klinik terdekat.Daftar SBOBET
Setelah semuanya selesai, Asnaif yang sedang melamun di klinik baru sadar oleh suara petir bahwa dia sedang disuruh oleh ibunya untuk membeli sesuatu diwarung mak Inong. Asnaif lalu berlari secepatnya menuju warung mak Inong karena cuaca sudah mulai mendung dan akan turun hujan. Sementara itu ibunya dirumah sangat mencemaskan Asnaif yang sudah lama tidak kunjung pulang kerumah (sambil melihat langit yang mulai gelap dan mulai meneteskan air hujan).Agen Bola Tepercaya
Sesampainya diwarung mak Inong, Asnaif berfikir sejenak untuk mengingat apa yang disuruh ibunya untuk dibeli. “Oh iya, ibu tadi menyuruk membeli rinso” dalam benaknya. “Mak rinsonya sebungkus ya” cakap Asnaif. Mak Inong pun segera bergegas untuk mengambil rinso pesanan Asnaif. Pada saat yang bersamaan, Asnaif melihat hari yang mulai hujan. “Buat apa rinso ya? Masa iya ibu mau nyuci hujan-hujan gini? Mungkin pesanan ibu bakso kali yah, hujan-hujan kan enak makan bakso” dalam benaknya. Mak Inong pun datang menghampirinya dan memberikan rinso yang tadi dia pesan, tapi Asnaif segera memotong mak Inong yang mau ngomong “Eh mak gak jadi rinsonya, bakso aja dibungkus ya” kata Asnaif. “Kamu ini gimana sih If, tadi rinso sekarang bakso” jawab mak Inong. “hehe, salah-salah mak maaf” jawab Asnaif lagi dengan senyum-senyum. Asnaif pun membayarnya dengan uang 10 ribu, kemudian mak Inong segera membungkus bakso pesanannya. Setelah itu mak Inong memberikan baksonya pada Asnaif dengan kembaliannya 5 ribu.Daftar SBOBET
Asnaif segera bergegas pulang setelah mendapatkan bakso dan kembalian dari mak Inong. Sesampainya dirumah, “Asnaif kamu kemana saja sih? Ibu mencemaskan kamu. Mana rinso yang ibu minta?” kata ibunya dengan nada marah. Dengan ekpresi yang sangat kaget karena ternyata pesanannya salah, Asnaif memberikan bungkusan kantong kresek tersebut sambil tangannya bergetar. “Ibu itu menyuruh kamu membelikan rinso!!, kenapa kamu membelikan bakso?” tanya ibunya sambil menjewer kuping Asnaif. “Aduh-duh ampun bu Asnaif gak ingat soalnya kan hujan bu jadi Asnaif kira ibu menyuruh membeli bakso” jawab Asnaif sambil tertunduk merasa bersalah. “Yasudah sekarang kamu ambilin mangkok” kata ibunya. Asnaif pun bengong dan heran.Daftar SBOBET

poker88 Nagapoker Pokerclub88 Pokerace99 DewaPokerAce99 TebakQQ